KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA

WALE NE TOU KAWANUA

Rakernas mengembalikan satu wadah KKK

 

Dari Ketua Umum KKK: Tabea Bapak,Ibu,Saudara-sudara Kawanua, Pertama-tama terima kasih atas berbagai tanggapan terkait KKK khususnya berkaitan dengan Rakernas 2019, yg dilaksanakan di area yg berbeda di satu tempat , Kinasih Resort.Saya yakin semua itu muncul karena rasa sayang dan kepedulian terhadap Kerukunan Keluarga Kawanua sebagai wadah warga Kawanua, Wale Wangko Ne Tou Kawanua.Perjalanan panjang Kerukunan Keluarga Kawanua dengan berbagai dinamika selama puluhan tahun, yg menjadi wadah semua Tou Kawanua dari berbagai kalangan dengan keanggotaan adalah perkumpulan2 keluarga, perkumpulan kampung dan organisasi/perkumpulan ke Kawanua-an lainnya, yg selama ini dalam organisasi KKK dikenal dengan ROTASI (Roong, Taranak, Fungsional). Setelah berproses bertahun-tahun mencari solusi, rasanya tidak perlu saat ini kita saling serang lagi, krn akan mundur lagi proses ‘baku-baku bae’ yang sudah semakin baik terjalin. Upaya yang sudah dirintis sejak sebelum MPA VIII KKK 2016 dilaksanakan, (yaitu keinginan hanya ada 1 MPA yg mempersatukan) memang belum membuahkan hasil manis seperti yang diharapkan, karena yang ada saat ini adalah 2 organisasi yg berbeda. Tetapi meskipun belum berhasil kami tidak pernah lelah mengusahakannya dan mencari solusi. Beberapa pendekatan telah dilakukan, termasuk pendekatan rasa persaudaraan dan budaya.Keadaan rasa persaudaraan yang sudah lebih membaik hendaknya tidak lagi ‘disulut’ rasa benci melalui komen-komen yang saling menyudutkan.

Saat di Kinasih juga kami sempat bersuka cita saat pak Ronny Sompie hadir di saat kami sedang mengadakan malam keakraban dengan menyanyi, dansa dan ber-barbeque-ria.Terima kasih banyak kepada Pak Ronny Sompie yg meringankan langkah sejenak bergabung di malam keakraban.Saya pribadi dan pak Ronny tidak pernah ada masalah prinadi. Bahkan setelah MPA VIII 2016 saya dan teman2 datang ke kantor pak Ronny melaporkan hasil MPA dan meminta kesediaan pak Ronny duduk di Dewan Penasehat yang diterima dengan baik. Selanjutnya sepanjang dinamika yang terjadi, saya dan pak Ronny tetap dapat berkomunikasi dan saling menghormati. Harapan kami melalui WAG ini kita hisa membahas hal-hal strategis yg saling membangun, sehingga langkah-langkah mengembalikan 1 wadah Kerukunan Keluarga Kawanua yang diakui oleh semua Tou Kawanua bisa semakin menemukan titik terang.Tempat pelaksanaan di satu tempat meskipun di area yg berbeda sudah menunjukkan semangat tersebut, yaitu merindukan Kawanua yg damai.

 

Keberadaan 2 organisasi dalam beberapa kegiatan sebelumnya juga dilakukan untuk menunjukkan semangat persaudaraan dan baku-baku bae di luar adanya perbedaan dari 2 organisasi. Saya percaya proses alot yang mengorbankan pikiran, tenaga dan perasaan ini juga Tuhan ijinkan, bukan utk kehancuran, tapi ‘perpecahan’ yang akhirnya membuat kita semua sadar, saling mengevaluasi diri dan merasa perlunya kesatuan itu untuk diperjuangkan dan dijaga, karena mahal harganya dan berharga. Biarlah proses Rakernas yg sudah dilaksanakan masing2 bisa dilanjutkan sesuai rekomendasi dan membentuk tim. Prosedur organisasi tetap dijalankan dan pendekatan persaudaraan, kekeluargaan dan budaya tetap diupayakan. Kembalikan kejayaan Kerukunan Keluarga Kawanua.

I Yayat U Le’os, Kibarkan kebaikan Yayat U Santi-Perangi kebencian. Marilah diskusi kalangan intelektual mengupas isu-isu dengan harapan -harapan positif ke depan bagi Tou Kawanua.Tuhan memberkati Pakatuan wo Pakalawiren.